Peradaban (-)
![]() |
| My favorite scholar is a cynical scholar, WTF is a scholar |
#2 pada dasarnya kebutuhan kolektif yang telah diambil alih oleh mesin mengambil juga pekerjaan ratusan juta manusia.
#3 tidak adanya jaminan keberlangsungan hidup menyebabkan manusia menjadi ingin meraih income sebanyak2nya.
#4 sebenarnya secara keseluruhan manusia di seluruh dunia telah memiliki cukup resource
untuk hidup berkecukupan, jika saja mereka berbagi
#5 produksi telah meningkat sedemikian rupa sehingga "kebutuhan" terganti oleh "pendapatan", tanpa mempedulikan equilibrium lingkungan dunia.menciptakan sistem profit.
#6 produk2 dalam sistem peradaban berbasis profit, tidak dibuat utk bertahan lama, karena akan membuat mereka kehilangan pekerjaan. (but there are light bulb created in the early 1900's which are still burning to this day though)
Update 18 Maret 2012
#7 Peradaban dibuta sedemikian rupa shg, arus yg ada adalah bagaimana cara untuk mengeksploitasi alam dengan lebih banyak bukannya lebih baik lagi cuma utk bertahan hidup... Lihatlah para manusia berlomba2 mengambil dari alam, menjadikan produk2 yg aneh2 cuma untuk jd rongsokan gak jelas.
#8 Agama dan dunia dipisahkan shg saling menyisihkan. Lihat org2 yg membuang sampah sembarangan, mereka masih bersedekah untuk menyeimbangkan dosa dgn amal. Pdhl gaya hidup merusak itu tidak boleh dilestarikan.
Update 27 Maret 2012
#9 Sdikit fakta mengenai pengetahuan, bahwasanya pengetahuan yang jelas digunakan adalah pengetahuan mengenai common sense, logika berpikir. Sisanya gak ada gunanya. Berapa tahun belajar, SD 6 SMP 3 SMA 3 KULIAH 5, 17 TUJUH BELAS TAHUN BELAJAR dan apa hasil yang bisa diperlihatkan pada orangtua, hanya ijasah dengan coretan nilai, tanpa kinerja. Apakah menjamin kinerja? kertas tsb! dan disini masih saja mereka menceritakan tentang keharusan timeline belajar, mestinya ilmunya esensinya, apa yg ingin didapat oleh seorang manusia, untuk hidup, yg dianggapnya penting sehingga passionnya ada dalam menjemput ilmu tsb, tidak peduli brapa lama dia belajar. Apprentice ship itu saya rasa sangat penting dlm dunia ini. Dan efektif.
#10 Unsur separatisme dalam peradaban sangat terlihat, dunia begitu banyak, manusia berada di dalam gelembung2 nya sendiri, suku, bangsa, ras, bahkan sekolahan punya budaya sendiri, ospek dll, hal hal yg mencetuskan kepribadian ganda, label manusia menjadi pupus dgn identitas yg banyak, bagaimana dgn kesatuan? khalifah bumi anybody? for the greater good anybody?.
#11 Cara hidup yg bagaimana yg sbnrnya baik utk perkembangan psikologi qta. Saya hanya ingat belajar ampe tua, trus disuruh bekerja cari duit buat idup, trus disuruh cari jodoh buat nemeni masa tua, bosan dan sepi saat sudah bekerja. Dan memang sangat sulit mencari pasangan dgn banyaknya gelembung di peradaban qta. Apakah hal ini yg mau diwariskan ke anak cucu, ketidakbahagiaan, suatu yg banyak mubazirnya. Dibanding dgn org yg tau apa yg ingin dilakukannya dan mengejar hal tsb. Saya sendiri tidak tau apakah hanya saya yg merasa spt ini atau banyak jg.
Update 14 Mei 2012
#12 Jaman dahulu tidak ada keharusan mencari uang, krn orang bisa berburu dan mengambil air dimana saja. Mencari uang itu pilihan utk kemewahan. Tapi sekarang !? tanpa mengambil jalur tsb kita akan mati. Jalur yang mengharuskan kita menjadi perusak alam.
Update 14 Feb 2013
#13 Beberapa pemikiran untuk perubahan dilaksanakan pada 70'an. Oleh pemuka ilmuwan dengan titel Lingkungan Hidup dan pencagaran alam. Untuk bangsa Indonesia sudah ada bukti Ranggawarsita 1872 yg mencagarkan habitat gajah. Namun masih belum cukup pengertian akan kesetimbangan, pengertian untuk itu masih banyak dilema, diiringi dengan perubahan konsep pembangunan karena menyesuaikan dgn perubahan alam (mungkin) karena dinamisme bumi itu sendiri, maupun perkembangan pengaturan populasi. Dilema mulu kapankah akan berakhir.
#7 Peradaban dibuta sedemikian rupa shg, arus yg ada adalah bagaimana cara untuk mengeksploitasi alam dengan lebih banyak bukannya lebih baik lagi cuma utk bertahan hidup... Lihatlah para manusia berlomba2 mengambil dari alam, menjadikan produk2 yg aneh2 cuma untuk jd rongsokan gak jelas.
#8 Agama dan dunia dipisahkan shg saling menyisihkan. Lihat org2 yg membuang sampah sembarangan, mereka masih bersedekah untuk menyeimbangkan dosa dgn amal. Pdhl gaya hidup merusak itu tidak boleh dilestarikan.
#9 Sdikit fakta mengenai pengetahuan, bahwasanya pengetahuan yang jelas digunakan adalah pengetahuan mengenai common sense, logika berpikir. Sisanya gak ada gunanya. Berapa tahun belajar, SD 6 SMP 3 SMA 3 KULIAH 5, 17 TUJUH BELAS TAHUN BELAJAR dan apa hasil yang bisa diperlihatkan pada orangtua, hanya ijasah dengan coretan nilai, tanpa kinerja. Apakah menjamin kinerja? kertas tsb! dan disini masih saja mereka menceritakan tentang keharusan timeline belajar, mestinya ilmunya esensinya, apa yg ingin didapat oleh seorang manusia, untuk hidup, yg dianggapnya penting sehingga passionnya ada dalam menjemput ilmu tsb, tidak peduli brapa lama dia belajar. Apprentice ship itu saya rasa sangat penting dlm dunia ini. Dan efektif.
#10 Unsur separatisme dalam peradaban sangat terlihat, dunia begitu banyak, manusia berada di dalam gelembung2 nya sendiri, suku, bangsa, ras, bahkan sekolahan punya budaya sendiri, ospek dll, hal hal yg mencetuskan kepribadian ganda, label manusia menjadi pupus dgn identitas yg banyak, bagaimana dgn kesatuan? khalifah bumi anybody? for the greater good anybody?.
#11 Cara hidup yg bagaimana yg sbnrnya baik utk perkembangan psikologi qta. Saya hanya ingat belajar ampe tua, trus disuruh bekerja cari duit buat idup, trus disuruh cari jodoh buat nemeni masa tua, bosan dan sepi saat sudah bekerja. Dan memang sangat sulit mencari pasangan dgn banyaknya gelembung di peradaban qta. Apakah hal ini yg mau diwariskan ke anak cucu, ketidakbahagiaan, suatu yg banyak mubazirnya. Dibanding dgn org yg tau apa yg ingin dilakukannya dan mengejar hal tsb. Saya sendiri tidak tau apakah hanya saya yg merasa spt ini atau banyak jg.
Update 14 Mei 2012
#12 Jaman dahulu tidak ada keharusan mencari uang, krn orang bisa berburu dan mengambil air dimana saja. Mencari uang itu pilihan utk kemewahan. Tapi sekarang !? tanpa mengambil jalur tsb kita akan mati. Jalur yang mengharuskan kita menjadi perusak alam.
Update 14 Feb 2013
#13 Beberapa pemikiran untuk perubahan dilaksanakan pada 70'an. Oleh pemuka ilmuwan dengan titel Lingkungan Hidup dan pencagaran alam. Untuk bangsa Indonesia sudah ada bukti Ranggawarsita 1872 yg mencagarkan habitat gajah. Namun masih belum cukup pengertian akan kesetimbangan, pengertian untuk itu masih banyak dilema, diiringi dengan perubahan konsep pembangunan karena menyesuaikan dgn perubahan alam (mungkin) karena dinamisme bumi itu sendiri, maupun perkembangan pengaturan populasi. Dilema mulu kapankah akan berakhir.

Komentar
Posting Komentar