Cerpen-cerpen
Kepalanya mendongak melihat jarum jam yang melewati angka 3. Seluruh tubuhnya bergetar untuk meluruskan tulang punggungnya. Dengan langkah pasti dia beranjak menuju pintu keluar. Namun seperti setrum yang mendadak menyambar, dia berhenti. ....................................stop........................................ Tangannya cepat menggapai2 ke seluruh tubuhnya. Keringat membasahi dahinya... .............oh......................................oh................. "Huuuu~ufth" Geraknya melambat seiring tumpah nafas lega Dengan hati2 tangannya beranjak dari kantong celana. "Flashdis ku.." ~~~~~~~~...





