Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Cerpen-cerpen

 Kepalanya mendongak melihat jarum jam yang melewati angka 3.    Seluruh tubuhnya bergetar untuk meluruskan tulang punggungnya.       Dengan langkah pasti dia beranjak menuju pintu keluar. Namun seperti setrum yang mendadak menyambar, dia berhenti. ....................................stop........................................     Tangannya cepat menggapai2 ke seluruh tubuhnya.         Keringat membasahi dahinya... .............oh......................................oh.................                                                  "Huuuu~ufth" Geraknya melambat seiring tumpah nafas lega      Dengan hati2 tangannya beranjak dari kantong celana. "Flashdis ku.." ~~~~~~~~...

Postingan Terbaru

Menjadi Ahli Neraka Yang Baik

Only human

Distractions

Napak Tilas Kampusku ITB di Maret 2016

Salemba and Perspective of an Angel

Komunikasi

To Myself 15 years earlier

Never Knew What God Planned for Me

Superbad Day

Berpikir Perbaikan Kantor