Sombong dan turunannya
Suatu waktu kita melihat seseorang, bisa jadi teman, sodara ato bisa jadi orang gak kenal, menjadikan kita merasa agak mengernyit dalam hati,
merasa rendah diri,
Jika kita melihat, anak2 smp atau sd, di tengah2 sekolah, berada dgn orang2 sebaya, mereka memiliki dunia sendiri, dengan permainan ketangkasan semacam gundu, atau mainan plastik, yang ketika dimainkan dan mereka berhasil menjadi pemenang mereka bisa membanggakan hal tersebut.
Dari anak2 saja yang tidak (sedikit) memiliki kekuatiran mengenai uang, kita bisa mengetahui bahwa mereka menciptakan sendiri tangga-tangga "keberhasilan" menurut pemikiran mereka. Akui saja, kalau kita jago main layang2 atau maen gundu atau maen apapun, maka kita mendapat penghargaan dari anak2 lain. Dan hal tersebut menurut dunia orang dewasa sangat "tidak bermakna" atau istilah brekelenya = meaningless.
Kemudian setelah anak2 itu dewasa, seperti dulu, mereka menciptakan simbol2 sukses sendiri, baik dari otak (pendidikan, teknologi), maupun dari harta, ataupun dari penampilan (fashion).
Jadi istilah keberhasilan, sukses, dan lain2 dapat disimpulkan bahwa, hal tsb diciptakan oleh manusia itu sendiri, demi mendapat pengakuan - penghargaan - sesuatu yang membuat dirinya lebih dari orang2 sekitarnya (SOMBONG !). Bagi yg mendapatkannya akan bisa meng akses kesombongan, bagi yang tidak akan mengakses GAK PD yang bisa mengakibatkan IRI.
Namun pertanyaannya, apakah kelebihan itu sesungguhnya "bermakna" ?
merasa rendah diri,
Jika kita melihat, anak2 smp atau sd, di tengah2 sekolah, berada dgn orang2 sebaya, mereka memiliki dunia sendiri, dengan permainan ketangkasan semacam gundu, atau mainan plastik, yang ketika dimainkan dan mereka berhasil menjadi pemenang mereka bisa membanggakan hal tersebut.
Dari anak2 saja yang tidak (sedikit) memiliki kekuatiran mengenai uang, kita bisa mengetahui bahwa mereka menciptakan sendiri tangga-tangga "keberhasilan" menurut pemikiran mereka. Akui saja, kalau kita jago main layang2 atau maen gundu atau maen apapun, maka kita mendapat penghargaan dari anak2 lain. Dan hal tersebut menurut dunia orang dewasa sangat "tidak bermakna" atau istilah brekelenya = meaningless.
| maenan anak2 skrg beda ma dulu |
| Jadi dewasa = jadi serius = gak asik lagi hm.. |
Jadi istilah keberhasilan, sukses, dan lain2 dapat disimpulkan bahwa, hal tsb diciptakan oleh manusia itu sendiri, demi mendapat pengakuan - penghargaan - sesuatu yang membuat dirinya lebih dari orang2 sekitarnya (SOMBONG !). Bagi yg mendapatkannya akan bisa meng akses kesombongan, bagi yang tidak akan mengakses GAK PD yang bisa mengakibatkan IRI.
Namun pertanyaannya, apakah kelebihan itu sesungguhnya "bermakna" ?
![]() |
| Jelas mnurut si ucing kosan "meaningless" |

Komentar
Posting Komentar