Solusi Korupsi, Gelembung yang Pecah

 Stress mikirin korupsi merajalela !! Gampaanggg kesimpulan secara kasar begini nihhh !!

"BAWA ANAK DAN ORANGTUA KE KANTOR", klo g punya jgn kasi jabatan bahaya

dan perlu diketahui hal ini berlaku dalam kondisi masyarakat yg masih percaya pada karma kebaikan.



Penerapannya masih luas lagi sebenernya... korupsi itu hanya efek.

Mengacu pada penelitian Phillip Zimbardo How People become Monster dan beberapa hal yang saya pelajari selama hidup. Akar dari perbuatan yang melanggar batasan moral bahkan agama adalah, nilai yang berlaku dalam suatu pengambilan keputusan berubah seiring dengan lokasi yang memungkinkan hal itu terjadi. Isolasi lokasi, dalam hal ini bisa diartikan dalam suatu institusi, kantor, sekolah, dapat diartikan sebagai penjara yang memiliki aturan sendiri.

Dalam cerita "Lord of the flies" novel tahun 1954 diterangkan mengenai anak2 yg terdampar di pulau, yang kemudian menjadi buas n primitif dlm norma2nya, hal ini menunjukkan pola yg sama dgn Isolasi lokasi yg kemudian saya katakan "Gelembung" buih yang transparan.

Kemudian gelembung-gelembung ini juga serupa dgn kita yg sibuk mencari makan, sendiri, tanpa mempedulikan yg lain. Kita akan merasa aman dalam gelembung pribadi selama tidak ada kejadian yg menyentuh kita. Seperti Tsunami, kita masi merasa aman, padahal tempat tinggal di tepi pantai serupa Aceh, pemerintah tidak tanggap, krn masi berada dalam gelembung pribadi tsb.

Gelembung juga dapat diartikan sbg bentuk pengawasan yg kurang. Sudah kenyataan juga bahwa anak2 yang tidak terawasi akan menjadi senang dengan hal2 yg mengancam jiwa, tawuran, kebut2an, pesta miras, dll. Pengawasan dapat juga diartikan sumber kebergantungan, sesuatu yg mengaitkan manusia tsb pada prinsip dasar homo homini lupus, manusia tidak dapat hidup sendiri. Bayangkan seorang prajurit yg tidak memiliki kebergantungan sosial, tanpa ayah ibu, hanya patuh pada atasan.

Jadi melihat hal di atas, maka dapat diambil titik pemikiran (yg masi relativ jg sbnrny) :

  • Pengawasan harus dilakukan, dlm bentuk kepedulian thd orang2 yg sendirian.
  • Pengawasan yang paling utama adalah keluarga, sehingga konsep pemisahan, atau separatisme harus dilarang dalam semua bentuknya.
  • Jika separatisme dilarang maka semua institusi/kantor akan menjadi obsolete, krn memisahkan diri dari dunia nyata itu semua.
  • Jika kita masi tidak bisa menerima penghapusan semua institusi maka yg harus dilakukan adalah menemani tiap orang yg sendirian, utamanya dengan anggota keluarganya masing2.

Jadi, jika ada anak2 dalam kantor, maka kemungkinan yg sudah mengerti akan melarang bapaknya korupsi. Karena seperti saya thd orangtua saya yg dosen saja, anak2 didiknya ga ad yg berani krn segan, namun saya sbg anak santai saja berdebat dengan ibu dan bapak saya. Atau orangtuanya misal Bapaknya ada di kantor, melihat uang korupsi anaknya, maka kmungkinan dia akan melarang hal tersebut krn dia ingat mati, ingat neraka.

intinya sbnrny adalah penggabungan semua unsur generasi manusia


Komentar

  1. Korupsi terjadi karena ada niat dan kesempatan. Waspadalah .... waspadalah....

    BalasHapus
  2. yoi mil. bner tuh. pengetahuan ny jg pnting. untuk dihilangkan kamsudny. (ini awal solusi potong generasi tea, biar pengetahuan tntg korup g ad lg menurun)

    sbnrny tanpa niat, cuma ksempatan aj bisa tu korup. naah bagaimana menghilangkan niat dn ksmptan tsb maksd gw.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa juga karana duplikasi ortu ke anaknya bro. dimana ortu yg terus memberikan "zona nyaman" dr hasil korupsi kpd anaknya yg kemudian membikin anaknya akan terbiasa mendengar, merasakan, menikmati yg kemudian akan mendarah daging. dan hasil korupsi lbh dianggap "rezeki". nah klo yg seperti ini gmn berantasnya bro? (myg)

      Hapus
    2. Iye yg saya bilangin sblmnya di PNS dll postingan lampau mba, itu copian krn dia gak punya alternatif thd gaya hidup lainnya.

      Utk itu y mesti disadarkan dgn banyak cari ilmu di dunia yg terpisah dr keluarganya, msl dikirim sekolah keluar ato kmana gtu. Banyak pmikiran ntar dia.

      Klo masi gak bisa ya uda kita hipnotisin aja ama gengny Uya Kuya b>.<d

      Hapus
  3. selama mafia hukum masih bebas melenggang keluar dari pengadilan ya ga bisa bai. Hukum korupsi sama hukum maling sendal disamakan, ya mending korupsi kan. Intinya mau merubah orang itu susah, coba aja ke diri loe sendiri, pasti susah, nah itu baru diri sendiri gmana lebih susahnya merubah orang lain, kepikir kan.

    Intinya gmana negara ini punya hukum yg membuat efek jera ke pelaku korupsi dan bagi yang punya niat dan kesempatan untuk melakukan korupsi akan berpikir 100 kali sebelum berbuat.

    Kita banyak sarjana hukum kuliah S1 S2 S3 STELER, tapi hukum ya begini2 aja. Bandingkan dengan hukum Islam pasti kaga ada yang mau korupsi, maling aja dipotong tangannya, gmana kalo korupsi coba he he.


    btw tuh gambar2 ga nyambung sama tema loe bai, masa temanya korupsi tapi gambarnya bunga sama kupu2 wkwkwk


    RH

    BalasHapus
  4. Hehehehe krn korupsi letaknya lbi tinggi dr hukum biasa krn nafsu itu. Manusia kuli-ah dan hidup buat memenuhi hawa nafsu soale. Emang mesti aturan Tuhan biar oke.

    Itu gambar bisa disambung2in Mil hehehe kaya bunganya yg IR aspal maksute emang "aspal tu kbanyakan org korupsi, dibalik yg indah2 mesti diliat sisi aspalny. Begitu jg yg negatif bunganya. Kalo yg kupu2 artinya kita mesti bermetamorfosis biar bisa mengatasi korupsi, walopun masi aspal juga metamorfosisnya. wkwkwk

    BalasHapus
  5. oo otak gua ga seabstrak itu menterjemahkan gambar bai wkwkwk

    RH

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer