Cara aman untuk perubahan

Saya lg nonton pilm Culture in Decline, kisahnya mengenai demokrasi. Terus tiba2 saya melihat hal yg lain dibalik obrolan demokratos ini, sesuatu yg mungkin krn sudah berlalu jauh sebelum kita lahir shg kita anggap lumrah, hal2 lumrah yg spt ini klo gak dipikir ulang bs2 menjerumuskan. Hal apakah itu ? yaitu prinsip PEMILU, voting, kenapa mesti ada satu presiden, kenapa kita milih org. Padahal dasar nya itu kan.


Demos = Rakyat , Kratos = Kuasa

Pemilu merupakan jalan gak jelas, karena kita mendasarkan semua pengetahuan orang mengenai kandidat tsb sama semua, padahal engga. Orang yg pintar, orang yg bodoh, orang yg gampang dibeli suaranya, semua ada, dan notabene yg pintar selalu lambat memberi keputusan (akhirnya perkembang biakanny lambat, n akhirnya yg bodoh surplus dr yg pinter di dunia ini). Bukan saya ngejek manusia, tp pd dasarnya spt itulah pemilu.



Setelah terjadi pemilu kita dianggap bertanggungjawab semua atas kputusan satu org tsb, kalo kita ditanya, siapa yg memilih menaikkan tarif listrik, menaikkan tarif minyak, maka kita gak mau jawab padahal jelas2 kita yg milih tuh presiden.

Pada akhirnya keputusan presidenlah yg akan menjadi masalah, satu orang ini, yg kita pilih entah muncul darimana, dgn beban biaya kampanye utang dr mana ga tau, membawa kepentingan siapa gak tau jg.

Pilihan saya dulu merubah sistem voting menjadi musyawarah. dari bawah tingkat sampe atas. Shg menghemat duit walaupun butuh waktu sangat lama.

Sekarang saya melihat ada kemungkinan lain, jika voting harus dilaksanakan, maka kita harus juga melakukan voting utk keputusan presiden, atau peraturan yg dibuat. Krn untuk itu sudah banyak sistem quikcount, n hatinurani manusia yg mayoritas di bawah lebih tersalurkan (bukan manusia yg di ruangan AC aja). Artinya proposal dianjurkan Presiden, namun tetap rakyatlah yg memutuskan terakhir.

Saya kira feedback spt ini lah yg mencerminkan demokrasi sesungguhnya, krn tidak semua rakyat bisa berpikir maju, shg perlu dibantu oleh si Presiden, namun pd akhirnya rakyat jugalah yg memiliki kuasa penuh atas semua peraturan yg berlaku di masyarakatnya.

Mari berdoa saja semoga masih banyak rakyat yg baik hatinya.

Komentar

  1. Tapi kan rakyat butuh secepatnya perubahan secara riil, bukan hanya sistem yg brubah aja tho ya...

    #sirius#

    BalasHapus
  2. Pak Sirius black dimana2 nih haha, perubahan riilny itu "sms voting utk keputusan peraturan perundangan"

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer