Memori

Apa yg kita lihat apa yg kita dengar, tidak akan kita yakini sebelum kita melalui
yg dinamakan alur, proses, untuk berpikir shg bisa menyimpulkan hal tsb.

Seperti garam dan gula,
tdk akan kita ketahui sebelum kita lihat, kita pegang n kita cicip.

Memori,adalah alat yg diberikan pada mahluk Tuhan. Kesadaran akan suatu titik pengalaman, kesadaran akan adanya proses. Memori membantu untuk memikirkan sesuatu.

Alasan untuk bergembira, alasan untuk sedih, bernostalgia, mengingat suatu yg lampau, proyeksi keadaan, yg dapat dibantu oleh sensori tubuh. Dan untuk meyakini sesuatu terdapat dalam memori.

Ketika ruh ditiupkan dlm suatu janin,
hilanglah semua keadaan di alam sblmnya, alam Tuhan
masuklah ia dalam alam dunia,

melalui memori,
dan dua pilihan,
seorang manusia dapat memilih jalannya,
jika Tuhan mau bisa saja dia membuat kita semua bersatu dlm ingatan,
namun dimana hakikat dunia, sebagai ujian itu ?


Namun darimana keyakinan akan pencipta ini berasal
sedangkan ia telah kehilangan memori
dan memulai semua dari keadaan murni
gelas kosong yg siap diisi

Jika seorang anak manusia melihat, mendengar dan merasakan,
bahwa ada yg berbeda,
    ada yg memisahkan antara ada dan tiada
  antara dunia dan diluar itu,
maka mungkin dia akan merasa adanya Sang pencipta


Jika dia hanya menganggap ada itu ada, dan tiada itu tiada
maka sains dan otaknya adalah tuhannya
tidak ada yg mencipta, hanya evolusi saja
suatu kekacauan yg berbuah keteraturan katanya,
...
spt itu kah?

Dalam ujian dunianya, manusia bergabung dan berpisah
menurut kebutuhannya
dalam kegiatannya dan sibuknya mereka terkadang bingung
bagaimana harus bertindak, bagaimana memecahkan sesuatu
dalam dunia yg dinamis plural trdiri dari berbagai otak

disitulah keberuntungan bagi yg merasa memiliki pencipta
mereka memiliki pola
mereka memiliki petunjuk
dalam wahyu
dan para panutan penyambung lidah sang pencipta

mengenai batasan,

Batasan yg jika dilanggar, akan merugikan kita sendiri

Seperti seorang dokter thd pasien
Sang pencipta mengetahui apa yg baik bagi kita
namun hal tsb tidak mempengaruhinya
krn dia tidak butuh kita patuh

mengapa kita tdk memperhatikan batasan itu ?

Sedangkan untuk manusia sains,
terjebak dalam aliran pemikirannya sendiri,
akan bisa terselamatkan oeh empati yg baik

namun empati kadang tidak akan terjadi,
sebelum mereka sudah merasakan posisi itu dulu

Komentar

Postingan Populer