Pe me rin ta h an

Alasan utama orang tdk mau brhub dgn pmrintahan itu krn pmrintahan tdk pernah bagus playanannya.

Coba anda ingat dlm hub dgn pmrintah, adakah yg tdk membuat anda mngrenyitkan kening, tdk membuat anda menunggu lama dlm kekesalan, membuat anda berdoa pd yg Maha Tahu agar bbrp manusia diadili lgsg olehNya.

Bgmn cara agar org tdk menunggu dan memastikan timeline pkerjaan dlm urusan2 playanan adl hal yg tdk atw blum didpatkan oleh otak para punggawa pmrinthn. Social ability bknlah cara suap n mnjilat saja, namun jg cara menempatkan diri sndiri dlm diri orglain.

Eksperimen kbudayaan yg terjadi dlm kurun waktu terakhir dgn separatisme/segmentasi ditiap tahap khidupan, membuat anak manusia kehilangan kemampuan utk berempati. Mereka lupa bahwa inti dari semua pkerjaan adalah membantu membentuk suatu yg lebih baik. Dgn smua energi negatif akibat kesalahan yg mereka buat kita bisa membayangkan sndiri prkmbgn macam apa yg ad dimasadepan.

Dalam kurun waktu 5 tahun saya sdh brkcimpung dlm pmrintahan. Beberapa hal yg saya liat n dgr adl senior yg tidak mengayomi junior, org sibuk dgn dirinya masing-masing, dan maruk jabatan. Penurunan tugas yg tdk jelas ini dpt diatasi sbnrny dgn adanya standar operasionil yg tentu, namun blm jg cukup kalau sanksi yg tegas tdk ditegakkan. Hak n kewajiban menjadi kabur. Sumber daya baru akan tersia-sia n tdk berkembg maksimal.

Mentalitas bangsa adalah suatu hal yg bisa dipikirkan juga dari budayanya, spt budaya ngaret, kalau di Spanyol budaya tepat waktu adalah budaya "budak" mereka memilih tidak tepat waktu, namun di kita apakah pemikiran itu sama?

Yang saya perhatikan mentalitas kita ini adalah malas saja, kerja tanpa mengerti itu sudah, kerja ikuti atasan apalagi, aman tp tdk progresif, perluasan pemikiran yang mungkin hanya bisa dilakukan saat qt sudah makmur atau merasa makmur.




Slogan nasionalisme saat dahulu kmrdekaan pun hilang bgitu saja. Mereka tdk tahu dulu keadaan spt apa.  

                                                       Hanya ningrat saja yg bs blajar baca.

Akhir2 ini sya belajar mgnai Standar Operasional Prosedural suatu istila asing yg maknanya mengatur cara bergerak  dan tata pikir alur kegiatan dlm pmrintahan. Saya pikir inilah hal serupa solusi atas semua kelemahan diatas. Semua sudah trpikir ole org2 pinter ternyata, yah namun dmikian pnegakannya sulit krn utk memulai hal yg baru itu sgt sukar.  Saya doakan saja bos bos bisa tau mana prioritas mana ecek-ecek dlm mimpin stafny.

Update 9 Jan 2014,
Saya telah membaca beberapa karya anak bangsa dan juga penyimpati HAM di nusantara iaitu Douwes Dekker, karya buah renungan, dan Hatta Menjawab sangat membuka mata.

Ternyata sistem pancasila tidak diterapkan dgn benar, tragedinya disitu. Musyawarah tidak sama dgn voting, kelas perampok jadi sama dgn hakim dan doktor klo bgitu. Bgmn dgn para islamis dgn label berbeda yg selalu menyinggung demokrasi ? itu khan sudah ada dalam Ketuhanan YME, krn itulah tauhid, jika saja mereka menempatkan islam dlm dada dan menjalankan hidup di era revolusi, mungkin mereka bakal berpikir sistem yg mirip dgn pancasila untuk menampung semua agama. Karena lifestyle itu berbeda, moral pembentuknya adalah islam.

Update 14 Juni 2014,
Manusia ternyata banyak mengikuti tren,
krn tren bukan mencari ilmu,melainkan sibuk cari duit, belanja, dan nyampah, maka tidak bs diharapkan akan baik dlm waktu dekat ini.

Komentar

Postingan Populer