Kesedihan

Pengalaman berlalu... jika kita tidak merekord nya maka hal tsb akan berganti, hilang ditelan hal yang kita anggap penting berikutnya. Mengapa kita terus menerus menanti sesuatu, krn kita lupa akan hal yg telah terjadi. Kecuali beberapa manusia aneh yang hidup dengan memori yang tetap, dinamakan savant atau indigo.

Hal yang menghilangkan memori diantaranya adalah kaget, dan yang membuat saya kaget adlah, ketika saya menulis biodata kemarin. Saya mendambakan orang yang jujur. Namun ditertawakan oleh kakak saya. Ternyata jujur itu sangat jelek klo dibacakan oleh orang yang tidak mengetahui makna nya. Membuat saya meragukan hal disini. Saya mengidolakan kejujuran dan keterbukaan. Namun tidak bisa saya terangkan maknanya karna sangat memanjangkan kalimat.

Dibalik itu semua, saya tersadar bahwa saya ini sudah terjebak dalam pola berpikir, yang membuat pemikiran diri saya tidak lagi sama dengan umumnya pemikiran masyarakat, thus diri ini juga menjadi tidak sama.


Kawan saya menyarankan saya berhenti dari PNS, sudah terlalu lama terjebak, ya.. itu membuat diri saya merasa kurang nyaman. Disatu sisi saya merasa akan mengkhianati ibu saya, di satu sisi ibu saya membuat saya menjadi terkungkung. Disatu sisi saya harus bersyukur atas karunia pekerjaan, disatu sisi saya ingin menjelajahi bumi untuk merasakan kebesaran Nya. Saya kira kegalauan ini sudah berkurang seiring pertambahan umur saya, namun nyatanya masihsama saja.

Mungkinkah ini perasaan insecurities yang dibilang oleh orang barat, .... dipicu oleh masa kecil yang tidak bahagia. Manusia lahir, manusia mati, dunia tetap berjalan. Apakah diri ini sudah berarti, ataukah hanya materi yang berganti.

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman".

Kalau diselidiki lebih lanjut, apa yang saya sedihkan, mungkinkah saya bisa berguna apabila saya bekerja untuk lembaga lain?. Mungkin tidak, malah saya mungkin akan sulit ibadah. Namun bagaimana dengan dunia yang makin hancur, dan saya tidak bisa apa-apa dlm mencegahnya ?. Mungkinkah memang tidak ada yang bisa saya lakukan ?. Mungkin saja malah tidak akan terpikir lagi dunia jika saya terlalu sibuk bekerja... hufft... hidup ini harus bersih dari semua propaganda, semua doktrin, dan bersih dari pengaruh dan kalimat luar.

Bisakah saya membersihkan diri, dan menyesuaikan kata.

Yakub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya."

Ataukah sedih ini hanya hormon, dengan pemicu yang dicari cari sendiri utuk mendukung kebutuhan akan kesedihan itu sendiri, saatnya saya mengingat kembali semua sakit hati, dan merangkul kesedihan ini.

Pernahkah anda terbangun dengan keringat dingin, dan airmata siap tumpah ? mungkin itulah contoh kesedihan dari hormon itu sendiri. Walaupun sedih itu bisa dibahagiakan namun tanpa sedih, kita tidak akan menikmati bahagia. Ketika saya hidup maka saya mati, bgitulah dunia. Selamat menikmati kesedihan,  yang sedang di batam untuk pengenalan limbah medis juga menikmatinya.

-batam-

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer