Rahasia Perjalanan Dinas Fiktif (catatan seorang PNS)

  
Bulan vs pabrik

          Beberapa hari ini saya bertugas diluar untuk menjadi pengawas lingkungan perusahaan. Despite the fact that my knowledge is still limited, karena saya hanya seminggu mengambil diklat limbah B3 (bahan berbahaya beracun). Pada assignment terakhir saya ditugaskan mengatur keuangan. Beberapa hal yang dapat dilihat dari perjalanan ini adalah :
  • Petugas pengawas belum menerapkan safety kepada dirinya sendiri ketika bertugas ke pabrik. Sarana prasarana minim sekali yang diberikan, bahkan yang dipakai di tubuh juga belum diberikan. Saya baru2 ini menghitung pengeluaran semenjak berada disini, habis sekitar 7 jutaan untuk sarana prasarana. kamera, sepatu safety, laptop beberapa diantaranya yang saya beli untuk dipakai kerja. 
  • Pihak pemerintahan belum menerapkan peraturan lingkungan hidup pada dirinya sendiri, sehingga menjadi ironi pada saat perusahaan meretorika keadaan. Yang paling mencolok adalah para perokok dan pembakaran sampah. 
  • Perjalanan dinas yang dialokasikan dua hari ternyata hanya dijalankan sehari, saya memperhatikan semua kantor juga seperti ini. Mengapa? apakah para PNS mengambil keuntungan?. Saya mempertanyakan hal ini karena saya selama ini belum pernah mengurusi keuangan. 
(Mungkin pembaca juga membenci PNS karena hal ini, namun pembaca akan sedikitnya berempati setelah menghabiskan catatan ini.)
Pegawai tanpa penerapan safety di PT.Budi Acid Jaya

Sehingga tibalah saatnya saya memegang uang perjalanan 6 hari ke 3 perusahaan. Fakta yang saya dapatkan adalah :
  • Data dari pihak perusahaan belum diproses sehingga masih harus dikerjakan dan menghabiskan waktu juga. 
  • Pekerjaan 3 hari ke lapangan diiringi dengan persiapan data di kantor. 
  • Kendaraan 1300cc, namun dipertanggungjawabkan 1800cc. 
 Perhitungan keuangan ada tiga :
  1. Uang rill diberikan, pengeluaran dll. 
  2. Uang sesuai pertanggungjawaban. 
  3. Uang yang telah dipotong oleh atasan, baik biaya harian, maupun sewa mobil. Yang tidak dipotong adalah honor pihak pendamping dari Kabupaten/Kota. 
          Pada akhir perjalanan, masih harus menyusun bukti dan data, dalam bentuk rapor dan pdf. Surat pertanggungjawaban yang dibutuhkan untuk mengeluarkan uang full perjalanan.

          Dan akhirnya saya membagi uang harian kepada partner pengawas. Dengan kaget didapatkan tidak sampai 52% uang tersebut diterima. Dari 2,7juta, sisa hanya 1,4juta saja....., sekarang pertanyaannya apakah hal ini normal ? Saya rasa pembaca merasa bahwa ada ketidak adilan karena yang diterima sangat minim dr seharusnya.

Bagaimana kah adanya para PNS ini, yang telah mengirit semuanya, namun honor hanya mendapat 52% saja.

          Dipikir ulang, sedikitnya yang dianggap korupsi yang sudah jamuran adl perjalanan dinas nya. Yaitu 3 hari dari 6 hari sebenarnya.
          Tp endingnya ternyata tidak sampai korupsi juga krn memang honor toh 52% saja. Walau sbenarny pekerjaan ini tetap berlangsung lebih dari 3 hari juga, karena persiapan juga dilakukan di kantor, bahkan saya pun sampai lembur. Dan nggak ad jg orang yang makan siang sampai 1,3 juta selama 3 hari!

          Wallohu alam, saya tidak membela diri PNS krn saya juga PNS, namun saya mengambil posisi pihak ketiga, ber empati dan mencari alasan logis knp PNS sampai membuat budaya spt ini, ternyata krn potong memotong sunat menyunat inilah... semoga semua kita berada dijalan yang lurus, semoga para tukang sunat juga punya alasan logisnya utk tindakannya...
"Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri pembesar- pembesar yang jahat agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedangkan mereka tidak menyadarinya" Al An Aam 123

Komentar

  1. Salam kenal....
    saya Faisol dari lampung pak...
    hehehe

    BalasHapus
  2. O.O iya Pak Faisol lam kenal juga. Saya di kedaton Pak. Deket UNILA :)

    BalasHapus
  3. sudah jadi rahasia umum kalau dalam lingkungan pns ada terjadi potong memotong dana seperti ini. kadang, aku juga bertanya sendiri, sebenarnya akar masalahnya dimana ya? apakah gaji pns yang terlalu sedikit sehingga nekat memotong-motong dana seperti itu, atau memang karakter orang-orang di dalamnya yang sudah tercemar 'penyakit'? langkah lucunya negri ini, para pembesar menyuarakan berantas korupsi, tapi dalam skala kecil seperti ini masih ada korupsi juga...

    BalasHapus
  4. Potong memotong krn ada perintah utk budaya menyuap dpr (dpr sndiri yg meminta), dan juga para pengawas (mis. keuangan, inspektorat dll)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer