Pembenaran Sang PNS (catatan tambahan)
Sebentar saya mau neruskan kisah mengenai PNS (struktural), mengapa PNS itu tidak disukai masyarakat, bahkan PNSnya sendiri tidak suka dgn diri mereka.
Bahwa kbykan mereka terjebak oleh prasangka, tanpa ilmu, sama spt kejadian jahiliyah dulu.
Bilamana saya bertanya "uang THR darimana ?" (ad jg namanya uang sahur disini), para PNS malah marah dan menyebut "sebaiknya berhenti saja kalau tdk mau berurusan spt ini...", terbukti bahwa mereka tidak mengetahui dibalik itu semua.
Sebenarnyalah bahwa potongan (biasany 20% ) atas itu adalah untuk "subsidi silang" para honorer, yaitu para karyawan yg tidak tetap, kemudian drpd itu juga dijadikan uang untuk THR mereka, dan lainnya keperluan mendadak.
Sebagai PNS saya tidak keberatan dipotong, asal digunakan untuk kebaikan, sisanya uang itu kalau dijadikan untuk pribadi ya sudah tidak ad hub dgn saya lagi, suda urusan dia dgn Allah SWT.
Kemudian masalahnya yg timbul adalah kita jadi menghemat, spt perjalanan dinas jd dikurangi yg sebenarnya, namun tryata itu juga masi dlm koridor benar, krn hak honor hanya sekitar 52% saja sisanya, yg memungkinkan bahwa perjalanan itu sesuai kewajibannya.
Masalah lainnya adalah untuk itu terdapat penipuan di kertas pertanggungjawaban, namun hal ini toh menyangkut hak saya sendiri, saya menandatangani namun dapat cuma sedikit, ya tidak masalah demi meringankan yg lain. Untuk tipuan di dalam kertas, saya kira ini mungkin api neraka untuk saya, selama masi menipu, bukan umat Rosul SAW Al Amin (sang Jujur).
Apakah sudut pandang ini bisa dtrima ? Ya memang spt inilah keadaan, positif thinkingnya. Apakah sistem ini byk mudarat ketimbang baiknya ? yg jelas saya hanya ingin kebaikan, menyerap ilmu, meninggal dpt t4 di surga, kualitas tetap saya berusaha sebaik2nya dlm waktu sesingkatnya.
Bahwasanya mereka yg marah dan benci kpd PNS itu mungkin blm tahu saja ada juga PNS yg baik, wlaupun memang banyak PNS yg modalnya hanya mulut saja, ongkang2 kaki numpang duduk, klo bs meres rakyat, trus pulang.
P.S
Saya sebenarnya kurng setuju dipotong penginapan, rental, semuanya, harusnya hanya honor saja, krn itu menyangkut kualitas kerja, namun nampaknya para atas2an itu belum tau juga fungsi awal pemotongan... kalau bnar maka nampaknya mereka sudah kebablasan, wallohualam bishowab.
Kalau UU Aparatur terbaru dijalankan, maka berangsur punahlah PNS Struktural, diganti dengan fungsional, yg berdasarkan kerja digajinya... spt dokter, dosen, guru...., kinerja intinya. Semoga kedepan semua jd lebih baik. Aaamiin
Naaah,
Saya sbg praktisi yg bisa menempatkan diri untuk meneliti mendapatkan spt ini ;Bahwa kbykan mereka terjebak oleh prasangka, tanpa ilmu, sama spt kejadian jahiliyah dulu.
Bilamana saya bertanya "uang THR darimana ?" (ad jg namanya uang sahur disini), para PNS malah marah dan menyebut "sebaiknya berhenti saja kalau tdk mau berurusan spt ini...", terbukti bahwa mereka tidak mengetahui dibalik itu semua.
| Mungkin harus diajarin dulu oleh para ahlinya, biar mau tau |
Sebenarnyalah bahwa potongan (biasany 20% ) atas itu adalah untuk "subsidi silang" para honorer, yaitu para karyawan yg tidak tetap, kemudian drpd itu juga dijadikan uang untuk THR mereka, dan lainnya keperluan mendadak.
Sebagai PNS saya tidak keberatan dipotong, asal digunakan untuk kebaikan, sisanya uang itu kalau dijadikan untuk pribadi ya sudah tidak ad hub dgn saya lagi, suda urusan dia dgn Allah SWT.
Kemudian masalahnya yg timbul adalah kita jadi menghemat, spt perjalanan dinas jd dikurangi yg sebenarnya, namun tryata itu juga masi dlm koridor benar, krn hak honor hanya sekitar 52% saja sisanya, yg memungkinkan bahwa perjalanan itu sesuai kewajibannya.
Masalah lainnya adalah untuk itu terdapat penipuan di kertas pertanggungjawaban, namun hal ini toh menyangkut hak saya sendiri, saya menandatangani namun dapat cuma sedikit, ya tidak masalah demi meringankan yg lain. Untuk tipuan di dalam kertas, saya kira ini mungkin api neraka untuk saya, selama masi menipu, bukan umat Rosul SAW Al Amin (sang Jujur).
Apakah sudut pandang ini bisa dtrima ? Ya memang spt inilah keadaan, positif thinkingnya. Apakah sistem ini byk mudarat ketimbang baiknya ? yg jelas saya hanya ingin kebaikan, menyerap ilmu, meninggal dpt t4 di surga, kualitas tetap saya berusaha sebaik2nya dlm waktu sesingkatnya.
Bahwasanya mereka yg marah dan benci kpd PNS itu mungkin blm tahu saja ada juga PNS yg baik, wlaupun memang banyak PNS yg modalnya hanya mulut saja, ongkang2 kaki numpang duduk, klo bs meres rakyat, trus pulang.
P.S
Saya sebenarnya kurng setuju dipotong penginapan, rental, semuanya, harusnya hanya honor saja, krn itu menyangkut kualitas kerja, namun nampaknya para atas2an itu belum tau juga fungsi awal pemotongan... kalau bnar maka nampaknya mereka sudah kebablasan, wallohualam bishowab.
Kalau UU Aparatur terbaru dijalankan, maka berangsur punahlah PNS Struktural, diganti dengan fungsional, yg berdasarkan kerja digajinya... spt dokter, dosen, guru...., kinerja intinya. Semoga kedepan semua jd lebih baik. Aaamiin
Komentar
Posting Komentar