Kematian Hati, Kematian logika

         Ketika kita berbicara mengenai hati, apa yang dapat kita rasakan, perasaan yang indah atau perasaan sakit ?, singkatnya hati adalah rasa didalam dada.

       Ketika akal setuju, nafsu tidak masalah, maka hati yang menentukan, harmonisasi suatu keadaan. Keindahan alam, adalah contoh kedamaian dari harmonisasi tersebut.

        Adalah logika, dimulai dari penglihatan, dan pendengaran. Sebelum manusia memulai sesuatu, dia akan berpikir berdasar logika. Apakah kita memperhatikan apa yang kita dengar, kita lihat, hal-hal yang dapat mematikan logika ? bukankah ini sudah diperingatkan, jika kita terus menerus berlaku buruk, hati akan menjadi keras, ber kerak, tertutup,

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. (Orang yg berbuat curang :14)

       Kembali pada judul. Bagaimanakah rasanya jika kita ingin memperbaiki diri, apakah yang dapat kita jadikan titik tolak, untuk bergerak. Bukankah ada perasaan ? rasa akan adanya sesuatu yang salah ?. Sekarang sudahkah kita mendengar, melihat, dan membuka hati, memperbaiki, sebelum kita menjadi seperti orang kafir di bawah ini :

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (Sapi Betina :7)
      
        Seperti ini lah, yang satu berpengaruh pada yang lain,  feedback berulang. Semoga kita diberi petunjuk dan memiliki teman teman yang selalu membantu dalam jalan yang lurus. Terus belajar, mencari hikmah, kawan, meskipun engkau sendirian,sampai liang lahat.

  

Komentar

Postingan Populer