Komunikasi

Sudah berlalu dua bulan, saya belajar bahasa, dengan tambahan metodologi riset.. Ketika saya liburan ke kantor malah serasa tidak ada yang berguna apa yg dipelajari. Ketika saya kembali ke jakarta serasa bego bgt down dan agak capek melihat byk sekali koreksi untuk proposal riset (se-alur dengan metodologi riset itulah).

Disini perlu berbagai hal, seperti internet dan yaa.. internet yang kencang tentu. Dan tidak saya dapatkan !.

Betapa lucunya negeri ini, orang disuruh menghabiskan uang yg bisa 1/3 gaji ny hanya untuk bisa mendapat internet yg cepat. Apakah worth it? tentu bisa diperdebatkan. Mengapa selalu kontradiksi.. mengapa tidak ada jalur yang pas. Mengapa puanasss sekali di kamar kosan ini ! dan ketika ingin pindah ke yg dingin, dua kali lipat bayar bulanannya, dengan harga bisa 2/3 gaji bulanan saya.

Hidung saya sudah mulai mampet lagi..

Sangat tidak menarik berbagai hal yg terjadi bersamaan di jakarta. Saya heran sekali dengan perencana di kota ini.

Apa yang bisa menyeimbangkan hal negatif ini ? museum.. atau makanan ? saya kira memang perlu ditenggelamkan saja peradaban kontradiktif ini.

Menyebalkan.
Suasana bau dan gerah dibadan,
bulir keringat kayak kacang timbul tenggelam,
Jakarta emang edan

dinding disiram air sampai lembab biar sejuk dikit
tapi hidung mampet krn udara byk airnya
biarin aja kata orang gw pelit
ngekos 1/2 gaji mnurut gw lebih parah

Good lord Allah SWT
bijimana biar manusia ni berhenti main-main
uda berlalu batas kewajaran utk para manusia
kami harap keadilanMu utk pemimpin yg cinta sains

Aamiin




Komentar

  1. semestinya ada orang kalangan atas sana yang baca tulisanmu ini, quni. ini hanya sekelumit kecil dari keluhan rakyatnya, hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer