Pertanyaan dlm taaruf ?

Temen saya taaruf, n saya mendapat beberapa masukan dalam bertanya pd calon pasangan hidup :

   1. Hal-hal apa saja yang membuat kamu tidak suka,
   2.  -----------sda--------------------     marah,
   3.  ------------------sda-------------     sedih,

tiga pertanyaan paling penting di atas akan membuat kita tau kecocokan diri kita dgn calon kita, misal :
       
         jawaban no 1, "aku gak suka orang yang banyak mengeluh ",
         n kebetulan kita suka bgt mengeluh... yaaa gak cucok kaannn, hahaha

Pertanyaan klise yang lain adalah :

   4. Visi misi berkeluarga,
   5. Tujuan menikah, (jawaban klisenya = menyempurnakan separuh agama*)

Atau pengen punya anak yg imut2 

Yang paling penting itu mengetahui diri sendiri dahulu, bagaimana diri kita jika bertemu orang2, persepsi ekonomi ke depan, maka pertanyaannya mungkin berubah menjadi pertanyaan soal kepercayaan diri :

   6. Bagaimana tanggapan kamu tentang istri yang bekerja (dan lebih cemerlang dari suami)
   7. Bagaimana pendapat kamu tentang suami yang tidak bisa bekerja karena cacat mendadak, atau istri yg
       tidak bisa melahirkan karena suatu hal

Kemudian yang terakhir adalah dalam rangka menyatukan keluarga, yaitu kita ingin melihat apakah calon kita akan mengasihi orangtua kita yang telah renta atau malah dibentak2nya :

   8. ..... (blum ktemu pertanyaannya) .... (atau malah tidak akan bisa dilihat dari pertanyaan) ....


* well... i dont know, masa iya, agama bisa dibelah2, cmiiw

Komentar

  1. pertama salam kenallllllllllllllll buat dedek kecil yg cakep pke lambaian tangan... :)
    hmm apapun prosesnya mau pke pacaran, ta'aruf, semi ta'aruf (ada komitmen tanpa perantara, ada deadline waktu) semua tanggapan akn sm pramerried, tp coba deh nanya ama yg udh merried, sy sering nih dinasehatin ama yg udh merried, dan setelah sy lihat jawaban mereka 60% begini kurang lebih
    konsepnya sederhana, cobalah memaklumi dgn memaklumi sebenar-benarnya, kedepankan kualitas bkn kuantitas,nantinya kehidupan yg seperti itu (menikah) bagaikan suatu posisi bergaining, adakalanya yg satu meningkatkan dan yg satu mengurangi, jd sepakat dari bergaining itu. jadi seberapapun besar kadar "cinta" sebelum menikah, ketika menikah pasti akan byk sekali hal2 yg membutuhkan "bergaining"

    BalasHapus
  2. Dengan kadar yg besar semakin ada alasan untuk bargain dong. Krn kita butuh dicintai dan mencintai

    BalasHapus
  3. cinta itu ibarat tumbuhan dia akan tumbuh apabila ada tanah dan air yang menopang kehidupannya, karena ALLAH sudah memberi benih dalan dirikita untuk menyukai lawan jenis

    BalasHapus
  4. kalau penulis ne gak mau nanem tapi mau langsung dapat pohon yang besar kekekekek

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer