Kisah tergelincirnya manusia di dunia kerja
Terdapat perbedaan pendapat antara beberapa orang, saya sejujurnya, melaksanakan tugas tanpa memperhatikan jabatan. Saya jika dikasi kerja, saya berusaha membantu.
Kekecewaan saya spt ini : saya yg sudah biasa membantu, tidak boleh membantu, krn saat itu tanpa perintah atasan. Sedangkan saat itu saya bs membantu, tanpa mengurangi kinerja utama. Pengambilan inisiatif terlarang, sehingga membekukan kreatifitas orang2 yg semangat dlm menjalankan progress pemikirannya.
Mungkin saya terlupa akan ego jabatan (tergelincir ke sombong), krn memang saya org yg brada diluar hal tsb. Saya memang tdk boleh menyamakan, namun pemikiran yg menyusahkan apakah harus dipelihara?.
Kemudian tugas pimpinan adalah mengayomi stafnya, sehingga mereka tidak merasa tersingkir ...., namun bgmn jika atasan itu orangny otoriter? Bagaimana jika atasan sibuk sendiri, dan mengumbar bahwa seluruh stafnya sibuk, padahal tdk merata, dia sendiri tidak bs memerintah dengan adil.
Tp siapa yang bs mengakui kekurangannya sendiri?
Bagaimana pula dengan berbicara dibelakang? saya diberitahu untuk memfilter ucapan, menutup2i, lain2 bicara dengan org tertentu, saya jelas tidak mau berada di dalam suasana tidak transparan.
Usaha saya hanya memberitahu, menerangkan untuk diri saya sendiri, agar tidak tergelincir, semoga yang lainnya akan bs mencontoh. Yang saya anggap secara umum mewakili rasa hormat saya thd orang lain adalah ; sikap, sifat, secara keseluruhan, sesuai dalam Quran, menghormati org yg lebih tua dll. Beberapa budaya di kantor yg menganulir itu harap diperhatikan.
Kekecewaan saya spt ini : saya yg sudah biasa membantu, tidak boleh membantu, krn saat itu tanpa perintah atasan. Sedangkan saat itu saya bs membantu, tanpa mengurangi kinerja utama. Pengambilan inisiatif terlarang, sehingga membekukan kreatifitas orang2 yg semangat dlm menjalankan progress pemikirannya.
Mungkin saya terlupa akan ego jabatan (tergelincir ke sombong), krn memang saya org yg brada diluar hal tsb. Saya memang tdk boleh menyamakan, namun pemikiran yg menyusahkan apakah harus dipelihara?.
Kemudian tugas pimpinan adalah mengayomi stafnya, sehingga mereka tidak merasa tersingkir ...., namun bgmn jika atasan itu orangny otoriter? Bagaimana jika atasan sibuk sendiri, dan mengumbar bahwa seluruh stafnya sibuk, padahal tdk merata, dia sendiri tidak bs memerintah dengan adil.
Tp siapa yang bs mengakui kekurangannya sendiri?
Bagaimana pula dengan berbicara dibelakang? saya diberitahu untuk memfilter ucapan, menutup2i, lain2 bicara dengan org tertentu, saya jelas tidak mau berada di dalam suasana tidak transparan.
Usaha saya hanya memberitahu, menerangkan untuk diri saya sendiri, agar tidak tergelincir, semoga yang lainnya akan bs mencontoh. Yang saya anggap secara umum mewakili rasa hormat saya thd orang lain adalah ; sikap, sifat, secara keseluruhan, sesuai dalam Quran, menghormati org yg lebih tua dll. Beberapa budaya di kantor yg menganulir itu harap diperhatikan.

nah itu dia, quni...
BalasHapuskadang memang merasa tidak bisa apa2 selain yang ditugaskan. tapi apa yang ditugaskan itu pun punya batasannya sendiri. yang ada akhirnya malah 'ya sudahlah' begitu kan?
Kondisi yg sangat merendahkan otak ciptaan Allah Al Akbar
Hapus