Njlimet nya Seorang yg sdg Pesimis
Apa yang akan kita lakukan jika kita menyerahkan uang pada orang yg kita tau tidak akan menggunakan kcuali dengan cara lama, cara boros, cara yang ribet. Tanpa pengakuan, keterbukaan, keterbaruan, apa ini yang kita mau ??
Saya berpikir keras, bahwa para perencana pemerintah sudah memiliki rancang bangun peta provinsi, bahkan semua overlay bidang disitu, namun saya kecele. Apa yg dilihat tidak ada di dunia nyata, padahal teknologi sudah ada!, tinggal aplikasi. Kbanyakan pemerintahan tdk suka ilmu, banyak org tua mengakui tidak bisa belajar lagi di sini, aneh. Bagaimana bisa maju jika yg tua jadi pimpinannya ??
Bagaimana bisa bertindak kalau dengan keadaan saja sudah menyerah, inovasi, itu intinya, cara baru yg lebih mudah, manusia ingin hidupnya lebih mudah, bukannya malah susah !
PNS ini bagaimana ! nilai nilai kejujuran tidak dipegang, pemikiran, musyawarah, aspek untuk mempelopori pemikiran tsb saja tidak dialokasikan. Rapat dengar pendapat tidak ada, hanya perintah, dari atas, dari si tua yg mengaku tidak bs belajar lagi, kurang ajar. Kalau seperti ini bisa dikatakan pemborosan, mubazir, banyak yang hidupny sia sia, mencabut subsidi migas untuk sarana prasarana umum, yg tiap saat rusak.
Beginilah Indonesia, mereka bkerja untuk bkerja, semua proyek diharapkan rusak sehingga ada kerjaan lagi, tidak maju, planned obsolescence. Yang mana hal ini sudah diterapkan di dunia swasta. Produk direncanakan untuk rusak pada wktu tertentu, agar mereka konsumen bisa beli lagi. Inti dari sistem ekonomi adalah belanja bekerja belanja bekerja, mesti beli sesuatu beli lagi dan lagi.
Mengapa kita tidak menjaga diri dari ke boros an, ke bohong an, sesuai perintah Nya, yang kemudian akan menjaga pula kerusakan akibat nya. Sungguh manusia bikin kesal saja...
Ya Rahmaan ya Rahiiim, saya tidak memiliki kemampuan, semua terserah kpdMu, semoga tidak terjadi anak cucu saya terjebak pada pola pikir buruk, merasa berbuat baik padahal merusak..
Pertemukan hamba dengan manusia pemerhati yg mengerti, bisa diskusi dan mencapai solusi....
~bersambung
Saya berpikir keras, bahwa para perencana pemerintah sudah memiliki rancang bangun peta provinsi, bahkan semua overlay bidang disitu, namun saya kecele. Apa yg dilihat tidak ada di dunia nyata, padahal teknologi sudah ada!, tinggal aplikasi. Kbanyakan pemerintahan tdk suka ilmu, banyak org tua mengakui tidak bisa belajar lagi di sini, aneh. Bagaimana bisa maju jika yg tua jadi pimpinannya ??
Bagaimana bisa bertindak kalau dengan keadaan saja sudah menyerah, inovasi, itu intinya, cara baru yg lebih mudah, manusia ingin hidupnya lebih mudah, bukannya malah susah !
PNS ini bagaimana ! nilai nilai kejujuran tidak dipegang, pemikiran, musyawarah, aspek untuk mempelopori pemikiran tsb saja tidak dialokasikan. Rapat dengar pendapat tidak ada, hanya perintah, dari atas, dari si tua yg mengaku tidak bs belajar lagi, kurang ajar. Kalau seperti ini bisa dikatakan pemborosan, mubazir, banyak yang hidupny sia sia, mencabut subsidi migas untuk sarana prasarana umum, yg tiap saat rusak.
Beginilah Indonesia, mereka bkerja untuk bkerja, semua proyek diharapkan rusak sehingga ada kerjaan lagi, tidak maju, planned obsolescence. Yang mana hal ini sudah diterapkan di dunia swasta. Produk direncanakan untuk rusak pada wktu tertentu, agar mereka konsumen bisa beli lagi. Inti dari sistem ekonomi adalah belanja bekerja belanja bekerja, mesti beli sesuatu beli lagi dan lagi.
Mengapa kita tidak menjaga diri dari ke boros an, ke bohong an, sesuai perintah Nya, yang kemudian akan menjaga pula kerusakan akibat nya. Sungguh manusia bikin kesal saja...
Ya Rahmaan ya Rahiiim, saya tidak memiliki kemampuan, semua terserah kpdMu, semoga tidak terjadi anak cucu saya terjebak pada pola pikir buruk, merasa berbuat baik padahal merusak..
Pertemukan hamba dengan manusia pemerhati yg mengerti, bisa diskusi dan mencapai solusi....
~bersambung
Aamiin.. :D
BalasHapusTakut gak ada kerjaan lagi kali kalau proyek itu sudah selesai dan awet, gak rusak-rusak.